Sujud Sahwi, Syukur, dan Tilawah: Apa Doanya?

Sujud Sahwi, Syukur, dan Tilawah: Apa Doanya?

Smallest Font
Largest Font

Seringkali umat Islam dihadapkan pada situasi membutuhkan informasi yang menjelaskan tentang bacaan atau doa-doa tertentu dalam praktik ibadah sehari-hari. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah mengenai doa yang dibaca ketika melakukan sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah. Ketiganya adalah bagian dari ibadah yang dianjurkan dalam kondisi-kondisi tertentu, namun masih ada keraguan di tengah masyarakat mengenai doa yang tepat saat melakukannya.

Dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 6 halaman 34-35, dijelaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran terhadap sejumlah kitab hadits, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan doa khusus yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad saw. untuk sujud sahwi dan sujud syukur. 

Hal ini penting dipahami agar kita tidak merasa terbebani oleh tradisi atau bacaan-bacaan yang justru tidak bersumber dari nash yang shahih. Dalam konteks ini, para ulama berpendapat bahwa doa yang dibaca ketika melakukan sujud sahwi dan sujud syukur adalah doa yang biasa dibaca saat sujud dalam shalat.

Salah satu contoh bacaan sujud dalam shalat yang dianjurkan adalah "Subhaana Rabbiyal A'laa". Ini merupakan bacaan yang bersumber dari hadits shahih. 

Adapun bacaan seperti "subhaana man laa yanaamu wa laa yashu", yang kadang digunakan dalam sujud sahwi, ternyata merupakan buatan ulama dan tidak ditemukan dalam hadits yang dapat dijadikan sandaran. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih bacaan sangat penting agar ibadah tetap sesuai dengan tuntunan.

Berbeda halnya dengan sujud tilawah. Untuk sujud ini ditemukan beberapa hadits yang menjelaskan doa tertentu yang dibaca Rasulullah saw. Salah satu doa sujud tilawah yang shahih berbunyi:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Artinya: "Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya, membentuknya, dan membuka pendengarannya dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya." (HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan). 

Riwayat al-Hakim bahkan ditambahkan bacaan: "فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِي" yang berarti: “Maha berkah Allah, sebaik-baik pencipta.”

Selain itu, terdapat pula riwayat dari Ibnu Abbas yang menyebutkan doa sujud tilawah lainnya, yaitu:

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِندَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Artinya: “Ya Allah, tulislah untukku pahala dengan sujud ini di sisi-Mu, hapuskan dosaku karenanya, jadikanlah ia sebagai simpanan di sisi-Mu untukku, dan terimalah sujud ini sebagaimana Engkau menerima dari hamba-Mu Dawud.” (HR. Tirmidzi)

Pemahaman yang sistematis yang didasarkan pada dalil yang otoritatif dapat menjadi rujukan dalam beribadah sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad saw. Penjelasan mengenai hal ini sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengamalkan ajaran Islam.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    3
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat