Bagaimana Menjawab Salam dari Non-Muslim?

Bagaimana Menjawab Salam dari Non-Muslim?

Smallest Font
Largest Font

Penulis: Yayan Suryana* 

Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, perjumpaan antara Muslim dan non-Muslim merupakan kenyataan sosial yang tidak dapat dihindari. Di sekolah, kampus, kantor, organisasi, maupun forum-forum kemasyarakatan, orang-orang dengan latar belakang agama yang berbeda dapat berada dalam satu ruang dan berinteraksi secara langsung.

Pada situasi seperti ini, terkadang seorang non-Muslim mengucapkan salam kepada orang-orang Muslim, terutama ketika mayoritas peserta sebuah acara adalah umat Islam. Persoalannya kemudian adalah bagaimana seorang Muslim seharusnya merespons salam tersebut.

Untuk menjawab persoalan ini, merujuk kepada beberapa hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Ketika para sahabat bertanya bagaimana menjawab salam yang disampaikan oleh Ahli Kitab, Nabi saw. memberikan petunjuk agar menjawab dengan ucapan “wa'alaikum”, yang berarti “dan bagi kamu”. Petunjuk ini menunjukkan adanya bentuk jawaban tertentu ketika salam datang dari non-Muslim.

Ketentuan tersebut tidak berarti bahwa seorang Muslim harus membalas salam non-Muslim dengan bentuk jawaban yang sama persis seperti ketika menerima salam dari sesama Muslim. Dalam hadis lain disebutkan bahwa ketika orang Yahudi mengucapkan salam dengan ungkapan tertentu yang mengandung makna buruk, Nabi ﷺ mengajarkan jawaban “wa'alaika”. Karena itu, dalam penjelasan Majelis Tarjih, jawaban terhadap salam yang diucapkan oleh non-Muslim adalah “wa'alaikum” atau “wa'alaika”.

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang hidup dalam suasana plural, persoalan ini memiliki relevansi yang kuat. Seorang Muslim tetap dapat menjaga hubungan sosial yang baik dengan siapa pun tanpa harus mengaburkan batas-batas keyakinan agamanya. Sikap yang tepat bukanlah membangun permusuhan karena perbedaan agama, melainkan menjaga adab pergaulan dengan tetap mengikuti tuntunan yang diyakini berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah. Dengan demikian, perbedaan agama tidak harus menjadi penghalang untuk membangun kehidupan sosial yang damai.

Di sinilah pentingnya memahami ajaran agama secara proporsional. Ketika seorang non-Muslim mengucapkan salam dalam sebuah forum yang mayoritas pesertanya Muslim, respons seorang Muslim tidak perlu berlebihan, apalagi menjadikannya sebagai sumber konflik. Jawablah sesuai tuntunan yang dijelaskan dalam hadis, dengan tetap menunjukkan kesopanan dan penghormatan.

Penjelasan mengenai cara menjawab salam dari non-Muslim ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 4, halaman 43–44.

Wallahu a'lam bish-shawab.

*) Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat