Gagal Menepati Janji, Apakah Termasuk Sifat Munafik?
Janji memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Karena itu, ketika seseorang gagal memenuhi janji, sering muncul kekhawatiran bahwa dirinya telah memiliki sifat munafik.
Bayangkan seorang penjahit yang berjanji menyelesaikan pakaian pada hari dan jam tertentu. Ia telah berusaha mengerjakannya, tetapi listrik padam sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat waktu. Apakah keterlambatan yang terjadi karena keadaan di luar kemampuannya dapat disamakan dengan mengingkari janji dan termasuk tanda kemunafikan?
Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah disebutkan tiga tanda orang munafik: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat. Salah satu kata penting dalam hadis tersebut adalah akhlafa, yakni mengingkari atau menyalahi janji. Pengertian ini menunjuk pada tindakan aktif yang dilakukan dengan kesengajaan atau terjadi karena kelalaian. Dengan demikian, hadis tersebut tidak selayaknya dipahami secara serampangan dengan menuduh setiap orang yang gagal memenuhi janji sebagai munafik tanpa melihat sebab dan keadaan yang melatarbelakanginya.
Seseorang yang tidak dapat memenuhi janji karena faktor di luar kemampuannya tidak serta-merta termasuk dalam kategori mengingkari janji. Listrik padam, bencana, kecelakaan, atau keadaan lain yang benar-benar tidak dapat dikendalikan dapat menjadi penghalang bagi seseorang untuk melaksanakan apa yang telah dijanjikannya. Terlebih jika kejadian tersebut bukan kebiasaan yang berulang dan tidak muncul dari sikap meremehkan tanggung jawab. Meskipun demikian, apabila keterlambatan itu merugikan orang lain, ia tetap memiliki kewajiban moral untuk memberikan penjelasan secara jujur dan meminta maaf kepada pihak yang terdampak.
Memang tidak ditemukan nas yang secara khusus membicarakan contoh semacam ini. Namun, prinsip umum dalam Al-Qur'an dapat digunakan untuk memahami persoalan tersebut. Allah Swt. berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 89 bahwa Allah tidak menghukum seseorang karena sumpah yang tidak disengaja, tetapi memperhitungkan sumpah yang dilakukan dengan kesungguhan dan kesengajaan.
Ayat tersebut menunjukkan pentingnya unsur kehendak dan kesengajaan dalam menilai tanggung jawab suatu perbuatan. Atas dasar prinsip itulah, kegagalan memenuhi janji karena keadaan yang benar-benar berada di luar kemampuan seseorang tidak dapat disamakan dengan tindakan sengaja mengingkari janji.
Prinsip ini semakin jelas dalam firman Allah, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan mendapat akibat dari kejahatan yang dikerjakannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Para ulama usul menjelaskan bahwa kemampuan manusia memiliki batas. Ada pekerjaan yang dapat dilakukan dengan mudah, ada yang menghadapi kesulitan tetapi masih dapat diatasi, dan ada pula hambatan yang benar-benar berada di luar kesanggupan manusia. Ketika seseorang telah memiliki kemauan dan melakukan usaha yang semestinya, tetapi kemudian terhalang oleh keadaan yang tidak mampu diatasinya, kegagalannya tidak dapat dinilai sebagai kesengajaan mengingkari janji.
Karena itu, gagal memenuhi janji tidak selalu berarti memiliki sifat munafik. Yang harus diperhatikan adalah unsur kesengajaan, kelalaian, dan keadaan yang menyebabkan janji tersebut tidak terlaksana. Islam mengajarkan tanggung jawab sekaligus mempertimbangkan batas kemampuan manusia. Namun, seseorang yang gagal memenuhi janjinya tetap harus menjaga etika dengan segera memberikan kabar, menjelaskan keadaan sebenarnya, dan meminta maaf apabila orang lain dirugikan.
Penjelasan mengenai persoalan ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 4, halaman 31–32. Dengan memahami persoalan secara jernih, kita tidak mudah memberikan cap munafik kepada orang lain hanya karena sebuah janji yang gagal dipenuhi akibat keadaan di luar kemampuannya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow