Dengan Siapa Wanita Berpasangan di Surga Jika Menikah Lebih dari Sekali?
Penulis: Yayan Suryana*
Salah satu pertanyaan menarik dalam diskursus keislaman adalah tentang nasib perempuan yang di dunia pernah menikah lebih dari sekali. Dengan siapa ia akan hidup di surga kelak apabila ia dan para suaminya termasuk orang-orang beriman?
Pertanyaan ini mencerminkan keingintahuan mendalam tentang bagaimana keadilan dan kasih sayang Allah berlaku dalam kehidupan akhirat. Topik ini dibahas dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 4–5, yang memberikan jawaban bernuansa dalil dan logika iman.
Dalam Surah Yasin ayat 55–56 disebutkan bahwa:
"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan mereka. Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh bertelekan di atas dipan-dipan." (QS.Yasin: 55–56)
Berdasarkan ayat tersebut, penghuni surga akan bersenang-senang bersama pasangan-pasangan mereka dalam suasana penuh kenikmatan. Bahasa Arab menggunakan istilah azwāj untuk menyebut pasangan, yang bisa berarti suami maupun istri. Ini menunjukkan bahwa di akhirat, baik laki-laki maupun perempuan akan dipasangkan dengan pasangan yang shalih sebagai bagian dari nikmat surga.
Bagi perempuan yang pernah menikah lebih dari sekali di dunia, kemungkinan untuk dipasangkan dengan salah satu suaminya sangat terbuka. Pasangan tersebut bisa jadi suami pertamanya, suami terakhirnya, atau bahkan sosok baru yang diciptakan Allah untuk membahagiakannya. Penentuan ini bukan perkara teknis duniawi, melainkan ranah kehendak Allah yang Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya dan Maha Mampu mewujudkan kebahagiaan yang sempurna.
Sebagai contoh, bila seorang perempuan menikah kembali karena suami pertamanya wafat, dan di hatinya tetap tersimpan cinta kepada suami pertama, maka tidak ada yang menghalangi Allah untuk mempertemukan mereka kembali di surga.
Bahkan, jika suami yang lama juga mengharapkan istri lamanya, tetapi ia telah bersama suami baru di dunia, maka Allah dapat menciptakan sosok lain yang menyerupai pasangannya dahulu. Semua ini menggambarkan betapa luasnya rahmat dan kuasa Allah dalam menyusun kehidupan abadi para hamba-Nya.
Lebih dari sekadar soal siapa dengan siapa, yang paling penting dalam pemahaman ini adalah bahwa surga merupakan tempat kebahagiaan mutlak. Segala yang diinginkan oleh manusia beriman akan dipenuhi Allah dengan cara yang terbaik.
Ketentuan siapa yang akan menjadi pasangan tidak menjadi persoalan pelik karena di surga tidak ada rasa cemburu, duka, atau ketidakpuasan. Yang ada hanyalah kepuasan batin dan kenikmatan yang sempurna.
Oleh karena itu, orientasi utama seorang mukmin bukanlah merisaukan siapa jodohnya di surga, melainkan bagaimana memastikan dirinya termasuk ke dalam golongan yang layak mendapatkannya. Dengan keimanan dan amal shaleh, Allah akan menempatkan hamba-hamba-Nya dalam kondisi yang paling membahagiakan. Pertanyaan ini justru harus menjadi pemicu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, karena hanya dengan rahmat-Nya segala bentuk kebahagiaan abadi dapat diraih.
Wallahu 'alam bish-shawab.
*) Penulis adalah Wakil Ketua PWM DIY
What's Your Reaction?
-
3
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow