Di Mana Posisi Kepala Jenazah Saat Dishalatkan?

Di Mana Posisi Kepala Jenazah Saat Dishalatkan?

Smallest Font
Largest Font

Dalam pelaksanaan shalat jenazah, sering muncul anggapan di masyarakat bahwa ada perbedaan letak kepala antara jenazah laki-laki dan perempuan. Sebagian orang meyakini bahwa posisi kepala jenazah harus diatur secara berbeda ketika diletakkan di hadapan imam. Padahal, bila merujuk kepada tuntunan Rasulullah saw. dan para sahabat, pandangan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Sunnah yang benar justru menjelaskan bahwa yang membedakan antara jenazah laki-laki dan perempuan bukanlah posisi kepala, melainkan tempat berdirinya imam ketika shalat. Untuk jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah. Sedangkan untuk jenazah perempuan, imam berdiri di bagian tengah atau di sekitar pinggang. Inilah ketentuan yang diajarkan Rasulullah saw. dan diamalkan oleh para sahabat.

Penjelasan ini ditegaskan dalam riwayat yang disampaikan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dan Abu Dawud. Riwayat tersebut menceritakan praktik Anas bin Malik yang berdiri di sisi kepala ketika menshalatkan jenazah laki-laki, dan berdiri di bagian tengah ketika menshalatkan jenazah perempuan. Saat ditanya apakah cara itu sesuai dengan apa yang dilakukan Rasulullah saw., Anas menjawab dengan tegas bahwa memang demikianlah sunnah beliau. Penjelasan lengkap mengenai hal ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 4 halaman 252–253.

Dari penjelasan tersebut, jelas bahwa tidak ada aturan khusus yang menentukan apakah kepala jenazah harus berada di sisi kanan atau kiri imam. Posisi kepala jenazah tetap sebagaimana jenazah dikebumikan, yakni tubuh menghadap kiblat dengan posisi miring ke kanan. Jika jenazah berada di depan imam, maka secara alami kepala jenazah akan berada di sisi kanan imam, tanpa harus dibuat aturan tambahan.

Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam selalu menekankan kesederhanaan dan kejelasan dalam beribadah. Tidak perlu menambahkan ketentuan yang tidak bersumber dari Al-Qur’an maupun hadits. Fokus utamanya adalah mengikuti sunnah yang benar, yakni memperhatikan posisi imam dalam shalat jenazah. Dengan demikian, shalat jenazah dapat dilaksanakan sesuai tuntunan Rasulullah saw. dengan tenang dan penuh keyakinan.

Kesadaran ini penting agar umat Islam tidak terjebak pada perdebatan yang sebenarnya tidak perlu. Mengikuti apa yang diajarkan Nabi sudah cukup menjadi pedoman. Dengan demikian, ibadah tetap berjalan sederhana, khusyuk, dan tidak keluar dari garis tuntunan syariat.

Wallahu a'lam bish-shawaab.

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    4
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat