Tarjih

Tarjih

MediaMU.COM

Jun 18, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cara Warga Muhammadiyah Menyikapi Natal Sesuai Tuntunan Tarjih

Cara Warga Muhammadiyah Menyikapi Natal Sesuai Tuntunan Tarjih

MEDIAMU.COM - Sebentar lagi, kita akan memasuki momen di mana saudara-saudara kita yang beragama Kristen atau Katolik akan merayakan Natal. Bagi kita, umat Islam, tekhusus warga Muhammadiyah, momen ini seringkali membawa pertanyaan berulang dari tahun ke tahun: Bagaimana sebaiknya kita menyikapi perayaan agama lain, seperti Natal?

Pertama, mari kita ingat bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Di sini, toleransi dan rasa menghargai perbedaan bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata yang harus kita lakukan setiap hari, termasuk dalam menyikapi perayaan keagamaan lain.

Keputusan Tarjih Muhammadiyah

Menurut keputusan tarjih Muhammadiyah, sebagai umat Islam, kita diingatkan untuk menghormati kepercayaan dan perayaan agama lain. Ini berarti, saat Natal tiba, kita tidak perlu merasa terganggu atau memandangnya dengan sikap negatif. Justru, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan sikap toleransi dan menghormati mereka yang merayakannya.

Majelis Tarjih Muhammadiyah sendiri mengeluarkan fatwa fatwa dengan menyarankan agar tidak dilakukan pengucapan selamat hari natal kepada umat Kristen. Fatwa ini terhimpun dalam buku Tanya Jawab Agama jilid II tahun 2020. Meski begitu dalam Fatwa Tarjih di Suara Muhammadiyah no 5 tahun 2020 ada kebolehan untuk membantu atasan di kantor dalam rangka perayaan hari besar seperti natal, misal dalam hal membantu menyiapkan tempat, dan peralatan.

Pembolehan untuk membantu atasan yang berbeda agama, atau orang lain yang berbeda agama, didasarkan pada beberapa ayat Al-Quran, seperti Surat Al Hujurat ayat 13, Surat Luqman ayat 15, dan Surat Al Mumtahanah ayat 8. Namun begitu, yang sungguh dilarang untuk umat Islam adalah mencampuradukkan aqidah dan peribadatan dengan agama lain, sesuai dengan ajaran dalam QS Al Kafirun ayat 1-6 dan QS Al Baqarah 42.

Perbedaan antara Fatwa Tarjih yang disajikan dalam Tanya Jawab Agama jilid II dan Suara Muhammadiyah nomor 5 tahun 2020 sebenarnya dapat dicermati melalui pendekatan al-jam`u wat taufiq atau kompromi. Ketika berada dalam kondisi minoritas di mana toleransi menjadi kunci keharmonisan, dianjurkan untuk memberikan ucapan selamat hari Natal. Namun, jika situasinya sudah menciptakan harmoni tanpa memerlukan tingkat toleransi yang signifikan, disarankan untuk menghindari memberikan ucapan selamat hari Natal kepada umat Kristiani.

Cara Warga Muhammadiyah Menyikapi Natal

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Pertama, kita bisa menunjukkan sikap hormat. Misalnya, dengan memberikan kenyamanan bagi umat Kristiani untuk merayakan natal. Dengan penghargaan dan penghormatan seperti itu, akan sangat berguna bagi kondisi toleransi hari ini.

Kedua, kita bisa menggunakan momen ini untuk meningkatkan pemahaman lintas agama. Bisa jadi, kita menggunakan waktu ini untuk belajar lebih banyak tentang apa dan bagaimana mereka merayakan Natal. Ini tidak hanya menambah wawasan, tapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi.

Ketiga, bagi warga Muhammadiyah, momen ini bisa dijadikan waktu untuk introspeksi dan meningkatkan keimanan kita sendiri. Bukankah setiap momen bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat iman?

Terakhir, mari kita ingat bahwa sikap toleransi dan menghargai perbedaan adalah bagian dari ajaran Islam yang kita anut. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk hidup rukun dan damai dengan semua orang, tanpa memandang perbedaan agama.

Kesimpulan

Jadi, warga Muhammadiyah, saat Natal tiba mari kita tunjukkan sikap yang bijak dan toleran. Kita hormati mereka yang merayakan, sambil tetap menjaga keimanan dan keyakinan kita. Dengan demikian, kita tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tapi juga ukhuwah wathaniyah, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Sahabat Muhammadiyah, marilah kita tunjukkan sikap bijak dan toleran, sambil menjaga keimanan dan keyakinan kita. Dengan demikian, kita tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tapi juga ukhuwah wathaniyah, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa   

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara Warga Muhammadiyah menyikapi Natal sesuai dengan tuntunan Tarjih, kunjungi tarjih.mediamu.com untuk membaca artikel selengkapnya.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here