Berdoa untuk Mayit setelah Dikuburkan

Berdoa untuk Mayit setelah Dikuburkan

Smallest Font
Largest Font

Penulis: Yayan Suryana*

Berdoa untuk orang yang baru saja dimakamkan adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah saw. berdasarkan hadis dari Utsman bin Affan ra. bahwa: 


إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ وَقَالَ: اسْتَغْفِرُوا لأَخِيكُمْ، وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ، فَإِنَّهُ الآنَ يُسْأَلُ

Nabi saw. berdiri di sisi kubur setelah proses pemakaman selesai dan bersabda: "Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian dan mintalah keteguhan baginya, karena sekarang ia sedang ditanya." (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Hadis ini menjadi dasar bahwa doa setelah penguburan bukan hanya dianjurkan, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh si mayit. 

Tindakan Rasulullah saw. yang berdiri di dekat kubur menunjukkan keseriusan dalam mendoakan orang yang telah wafat. Kata waqafa dalam hadis tersebut berarti berdiri, bukan duduk atau berpaling. Ini mengajarkan kita bahwa mendoakan jenazah dilakukan dengan sikap hormat dan kesungguhan, bukan sekadar formalitas setelah pemakaman.

Memang ada riwayat lain yang menunjukkan bahwa Nabi  pernah duduk di dekat kubur, seperti hadis dari Al-Bara’ bin Azib. Namun konteksnya berbeda. Saat itu liang lahat belum selesai digali. Artinya, posisi duduk terjadi sebelum jenazah dikebumikan, bukan setelahnya. Maka, ketika jenazah telah selesai dikuburkan, berdiri untuk berdoa lebih sesuai dengan praktik Rasulullah saw.

Doa seharusnya dilakukan dengan khusyuk, penuh kerendahan hati di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Dalam suasana hening, jiwa lebih mudah menghayati setiap permohonan yang terucap. Keheningan membantu menghadirkan kesadaran ruhaniah bahwa kita sedang berbicara langsung kepada Allah memohon untuk mayit yang dalam beberapa saat akan menghadapi pertanyaan kubur dan sangat membutuhkan doa dari yang hidup

Mengenai cara berdoa, Nabi saw. juga mengajarkan adab mengangkat tangan. Dalam hadis dari Malik bin Yasar yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi bersabda: "Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah dengan telapak tangan bagian dalam, dan jangan dengan punggungnya."

Ini menegaskan bahwa mengangkat tangan saat berdoa adalah bagian dari etika yang diajarkan dalam Islam.Demikian penjelasan yang dapat di baca dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 172-173. 

Wallahu a'lam bish-shawab.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat